SEJARAH SINGKAT
PP.ASSULTHON TRIWUNG KIDUL KADEMANGAN PROBOLINGGO
-
Selanjutnya beliau wafat tahun 1987 kemudian diantara putra- putri KH. Sulthon terdapat KH. Nurhasan yang dipercaya oleh keluarga dan masyarakat sekitar untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan beliau sehingga pada tahun 1997 KH. Nur Hasan meneruskan pendidikan Al-Qur’an
& Kitab dan mendirikan sebuah Pondok Pesantren Assulthon.
-
Pada tahun 1990 KH. Nur Hasan diberi anak asuh oleh seseorang
dari Pasuruan yang banyak anaknya.
Jawab KH. Nurhasan, anak ini
jika di kasihkan ke saya, maka kalau sampean minat taruh saja di pondok. Dari
situlah sampai sekarang santri Assulthon tambah banyak dari kota dan luar kota bahkan dari Kalimantan
(Sampit)
-
Tapi kehidupan santri dan keluarga Assulthon sangat
sederhana apa lagi masalah makan, karena wasiat KH. Sulthon kepada KH.
Nur Hasan, jangan jadi muballigh tapi jadilah seorang Kyai yang ngopeni anak
yatim dan anak orang tidak mampu (kehidupan sederhana), sehingga keluarga
Assulthon lebih mengutamakan kepentingan santri dari pada kepentingan pribadi,
baik segi tempat tinggal, gedung sekolah dan kehidupan sehari-hari.
-
KH. Nurhasan berpesan kepada santri “hidup di pondok
jangan selalu mewah dalam segi apapun agar dapat barokahnya kyai” tapi prestasi
tetap diraih meskipun keluarga hanya dengan cara bonek (bondo nekat) ,yang
penting kemampuan dan prestasi santri terus dibina dan dibimbing sehingga dapat diunggulkan dan selalu semangat dalam
kegiatan apapun.
- Jadi sampai sekarang santri putra dan putri, siswa-siswi PP.Assulthon terus berkembang lebih pesat.
- Lembaga Pendidikan di PP.Assulthon terdapat 7 Lembaga :
1.TK Assulthoniyah
2.MI Futuhiyah
3.MTs Assulthoniyah
4.SMP Assulthoniyah
5.MA Assulthoniyah
6.SMA Assulthoniyah
7.SMK Assulthoniyah
Demikian sejarah singkat tentang
PP. Assulthon mohon do’a semoga Pondok Pesantren Assulthon Tetap Jaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar